![]() |
Author : Oniex
Main Cast : SHINee dkk
Lenght : sepanjang jalan
Genre : Sad Romance deh kayaknya
Disclaimer : cerita ini original buatan gue dan punya gue
" Enjoy, selamat membaca "
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Stand
by me nal parabwajwo
Ajik
sarangeul morujiman
Stand
by me nal jikyobwajwo
Ajik
sarange sotul-jiman
Dering ponsel Jonghyun terus
berbunyi… ada ID caller bertuliskan Yeoja
Freak . ia sungguh malas untuk mengangkatnya. Id caller ini berkali-kali
menelponnya selama seminggu . Sampai-sampai ia harus menonaktifkan ponsel, dan
itu menghambat kegiatannya.
Saat ini, ia
dan Taemin sedang berada di apartemen Key berdua saja. Sedangkan Key, Onew, dan Minho pergi ke
supermarket membeli bahan makanan.
Jonghyun masih
membiarkan ponselnya berdering , hingga Taemin menegurnya karena menganggu.
“ Hyuuung..
ponselmu bunyi angkatlah!! Aku bosan mendengarnya” ujar Taemin menutup telinga
dengan bantal.
“aku tidak mau!
Biarlah terus berbunyi, aku tidak peduli!!” jawabnya
Taemin yang sudah
kesal stadium akut , mengambil ponsel Jonghyun diatas meja dan menjawab telepon
dengan kasar.
“YOBOSEYO!! MAAF UNTUK SAAT INI KIM JONGHYUN SEDANG TIDAK
BISA DIGANGGU.HARAP MENGHUBUNGINYA LAIN KALI GAMSHAMNIDA” ucap Taemin
Sebelum Taemin
sempat menekan tombol end ada seseorang bersuara.
“Mianhe, aku Soo Bin. Aku hanya ingin menitip
pesan, tolong sampaikan ke Jonghyun-sshi aku mau mentraktirnya, jadi, suruh dia
datang ke cafe shining malam ini jam 7. Gamshamnida” ujarnya
“ya”
jawab
taemin singkat dan padat.
Taemin menyudahi telepon itu. Ia menatap
Jonghyun yang sedang asyik didepan laptop dengan wajah kesal. Ia melempar
ponsel Jonghyun serampangan.
“Hyung, yeoja
yang bernama Soo Bin menyuruhmu datang ke café Shining malam ini pukul 7. Dia
mau mentraktirmu”
Jonghyun menoleh
dan menatap Taemin. ‘ Soo
Bin?yeoja itu lagi. Ini sudah yang ke berapa? 5x dia mengajakku. Apa tidak
bosan? Dasar aneh!’
“ Hmm..”
gumam Jonghyun malas dan kembali focus dengan layar laptop. Taemin yang melihat reaksi Jonghyun langsung
menggodanya.
“Hyuuung.. siapa dia? Kekasihmu yaa?
Iya kaan? Ayo jawab!”
Taemin terus
menggoda Jonghyun dengan menyengol sikunya. Jonghyun yang jengah, langsung
bangkit dari sofa dan memilih kabur ke kamar. Lalu. Taemin langsung mengejar
dan memanggilnya. Namun, Jonghyun menutup telinga dengan earphone agar tidak
mendengar ocehan bocah itu.
“Hyuuung..
jawab dong! Kalau tidak , aku akan beritahukan yang lain nih !!” teriak Taemin
saat didepan pintu kamar sambil menggedor.
“Hyuuuuuuuuung….”
Tiba-tiba Jonghyun membuka pintu . Karena
keseimbangan Taemin yang kurang, akhirnya ia terjerembab jatuh dengan wajah mencium lantai duluan . Kasihan
sekali. -_-a
“HYUUUNG!! Kalau buka pintu jangan
mendadak gitu! Sakit tau ini.. aiish!”kesalnya sambil memegangi hidung yang
sakit.
“Hahahha rasakan!! Lagian kau , kenapa
mengikutiku terus? Dasar bocah ingusan!”
“ Kau jahat!! =_= ”
Jonghyun menghentikan tawanya dan mendudukan
dirinya dilantai agar sejajar dengan Taemin . Wajahnya berubah serius, ia
mengacak-acak rambut Taemin gemas.
“ Lain kali jangan begitu, kau tau
perbuatanmu tadi sungguh mengangguku”
Taemin hanya menggigit bibir bawahnya . Ia
merasa bersalah.
“ Mianhe Jonghyun-hyung. Aku tidak
bermaksud begitu, aku cuma ingin mengodamu saja”
Jonghyun tersenyum lebar ,melihat
reaksi Taemin. Dasar ‘anak polos’
“ Ya sudah… Jangan di ulangi lagi Nee?”
Taemin
mendongakkan wajahnya , tersenyum senang menatap Jonghyun.
“Nee..tapi, siapa dia hyung, aku
penasaran. Aku janji tidak bilang siapa-siapa!” ujarnya dengan wajah
berseri-seri. Jonghyun menghela nafas,
ia menatap Taemin gemas.
“Bukan
siapa-siapa hanya kenalan ku. Puas!”
~
~
~
“ Masuk..”
“ Tidak..”
“ Masuk..”
“ Tidak……aaargh!” erang Jonghyun sambil
menggaruk kepalanya. Sekarang , ia tengah berdiri didepan café Shining. Dengan
mengenakan kaos singlet hitam dipadu cardigan biru dan black jeans , Jonghyun
terlihat sangat tampan walaupun ini hanya pakaian sederhananya.
Jonghyun melirik arloji dipergelangan
tangannya yang menunjukkan pukul 08:00 pm KST, oke ia terlambat 1 jam . Biarlah,
toh siapa yang memaksanya datang? . Walaupun sejujurnya dia enggan untuk
datang,tetapi karena telepon Soo Bin tadi sore ia berubah pikiran.
Drrt..drrt
Stand by me nal
parabwajwo
Ajik sarangeul morujima
Stand by me nal jikyobwajwo
Ajik sarange sotul-jiman
Jonghyun
mengecek ponselnya yang berdering dan Oh! Benarkah, dia lagi? ini sudah yang
keberapa? 10 kali? tidak..50kali!. Akhirnya dengan terpaksa ia menjawabnya .
“ Yoboseyo..mau apa lagi kau!”
“Jonghyun-sshi , Jebal datanglah !
aku janji ini yang terakhir. Setelahnya aku tidak akan menganggumu
lagi..ayolah! anggap ini sekedar permohonan maaf dan ucapan terimakasih ku..”
Suasana hening sejenak , Jonghyun tertegun “bagaimana ini?haruskah ku
iyakan?aku bosan mendengarnya..Ya, Tuhan kenapa kau pertemukanku dengan orang
ini?dosa apa aku? ..”ucapnya dalam hati
“ Hmm ..Nee baiklah..aku akan datang karena
aku jengah melihat Id mu diponsel ku “
“yeaay !! gomawo Jonghyun-sshi “
“ tapi , kau harus janji berhenti
menganggu ku setelah ini ..arra?”
“Arraseo..Arraseo..”
Tuuut…Tuuut….
Jonghyun masih terpaku ditempatnya tanpa
melangkahkan kaki sedikitpun. Otaknya terus berpikir untuk masuk atau tidak.
Hingga suara itu memuncahkan pikirannya.
“ Jonghyun-sshi!!! Kajja masuk. Kenapa
berdiam diri disitu? “ teriak Soo Bin diambang pintu cafĂ© sambil tersenyum
sumringah. Jonghyun menatap Soo Bin
sembari menaikkan alis sebelahnya . Yeoja aneh memang ck ck batinnya.
Sekarang mereka berdua tengah makan
disalah satu meja café. Namun, tidak ada
satupun pembicaraaan yang keluar. Jonghyun sibuk dengan ponsel dan sepiring
nasi goreng kimchi dihadapannya . Sedangkan Soo Bin hanya diam menggaduk-aduk ramen
sambil sesekali melirik Jonghyun yang
bungkam. Karena jenuh dengan acara
diam-diaman ini, Soo Bin mencoba menetralkannya.
“ Eeeng… Jonghyun-sshi “
“ehmm..”
jawab Jonghyun sekenanya tanpa menoleh kea rah Soo Bin sedikitpun.
Lalu,dengan santainya Jonghyun memasukkan sesendok nasi goreng
kedalam mulutnya, dan sibuk dengan ponselnya lagi. Soo Bin hanya menatapnya lesu, ia tidak suka
diperlakukan seperti ini. Apalagi , dia adalah kenalan barunya. Tetapi , ia
bingung harus beraksi apa? marah?sedih? atau ...ah molla!. Sejujurnya sikap Jonghyun seperti ini padanya
adalah hal wajar , mengingat ia yang memaksanya datang. Soo Bin kembali
mengaduk-aduk ramennya menyumpit helain mie , kemudian memakannya.
“ Jonghyun-sshi ..” panggil Soo Bin
lagi setelah memasukkan sesuap mie.
“Wae?” jawab Jonghyun kali ini mendongakkan
kepalanya menatap Soo Bin.
“ Gomawo..” senyum itu muncul lagi.
Dan jantungnya kembali aneh……….
